By
Eva duro
At
May 16, 2020
0
Kamu tau gasih? Menjadi
single itu adalah salah satu hal yang luar biasa yang pernah ku rasakan. Dating
myself is the sexiest thing I've ever felt. It strengthens my independent
side, i
get to know myself intimately (ssst “self pleasure” is a skill that you should master), and
yap! i can focus on my mental health. Also, I learned how
to be more secure in being alone, ke mall atau ke suatu tempat sendiri dengan
full make up dan lipstick merah dengan percaya diri. Beli “baju haram” bukan
untuk impress siapapun melainkan diri sendiri, dan yang paling penting adalah
tidak menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain.
Aku paham bahwa
satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaan ku adalah diri
sendiri, oleh karna itu aku tidak menuntut siapapun untuk membuat ku bahagia.
Aku juga tidak mencari seseoang yang “you complete me” karena
satu-satunya cara aku bisa utuh adalah dengan berdamai dengan diri sendiri,
bukan dengan orang lain.
Aku pernah kok berada di posisi yang pengeeeeeeeen banget punya
pacar, pengen ngalamin hal yang uwu-uwu, pengen kasih perhatian, pengen
ngebucin, ga ngerasa kesepian, pokoknya yang kek orang-orang pacaran
deh... Sumpah aku pengen bangeetttttt. Akhirnya aku minta "promosiin"
ke teman-teman ku. Eh, udah nemu beberapa, taunya ga cocok. Sampai akhirnya aku
tersadar…. “ngapain buru-buru sih? Ini aku siap pacaran atau emang
karna kesepian?”
Engga ada yang salah sama pacaran. Yang salah itu ketika kamu
menggantungkan kebahagiaan mu dengan pasangan mu sendiri. Berharap kalau
pasangan mu bisa bikin kamu bahagia, bisa ngilangin tiap rasa bosan, atau
ekspetasi apapun yang kalian gantungkan. Kalau nanti ternyata dia tidak sesuai
dengan ekspetasi mu gimana?
Terus harusnya gimana?
Mmmm hidup ga punya outline sih sebenarnya, termasuk cinta. Tapi
kalau misalnya aku ditanya kenapa suatu saat nanti aku memutuskan untuk
menjalin hubungan, akan aku jawab dengan jawaban yang sederhana, sesederhana
aku mencintai dia. Because I love him and I want to spend my time with him, termasuk
menghabiskan waktu saat susah maupun senang. Aku tidak akan membebankan dia
perasaan tanggung jawab atas kebahagiaan ku karena akulah orang yang
bertanggung jawab sepenuhnya untuk itu.
Aku ingin sama-sama tumbuh dan membangun dan memelihara cinta dengan
berpondasikan komitmen .
You Might Also Like
Post a Comment