is there anything sexier than self-indulgence?



Kamu tau gasih? Menjadi single itu adalah salah satu hal yang luar biasa yang pernah ku rasakan. Dating myself is the sexiest thing I've ever felt. It strengthens my independent side, i get to know myself  intimately (ssst self pleasure” is a skill that you should master), and yap! i can focus on my mental health. Also, I learned how to be more secure in being alone, ke mall atau ke suatu tempat sendiri dengan full make up dan lipstick merah dengan percaya diri. Beli “baju haram” bukan untuk impress siapapun melainkan diri sendiri, dan yang paling penting adalah  tidak menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. 

Aku paham bahwa satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaan ku adalah diri sendiri, oleh karna itu aku tidak menuntut siapapun untuk membuat ku bahagia. Aku juga tidak mencari seseoang yang “you complete me” karena satu-satunya cara aku bisa utuh adalah dengan berdamai dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain.


Aku pernah kok berada di posisi yang pengeeeeeeeen banget punya pacar, pengen ngalamin hal yang uwu-uwu, pengen kasih perhatian, pengen ngebucin, ga  ngerasa kesepian, pokoknya yang kek orang-orang pacaran deh... Sumpah aku pengen bangeetttttt. Akhirnya aku minta "promosiin" ke teman-teman ku. Eh, udah nemu beberapa, taunya ga cocok. Sampai akhirnya aku tersadar…. “ngapain buru-buru sih? Ini aku siap pacaran atau emang karna kesepian?”

Engga ada yang salah sama pacaran. Yang salah itu ketika kamu menggantungkan kebahagiaan mu dengan pasangan mu sendiri. Berharap kalau pasangan mu bisa bikin kamu bahagia, bisa ngilangin tiap rasa bosan, atau ekspetasi apapun yang kalian gantungkan. Kalau nanti ternyata dia tidak sesuai dengan ekspetasi mu gimana? 

Terus harusnya gimana?

Mmmm hidup ga punya outline sih sebenarnya, termasuk cinta. Tapi kalau misalnya aku ditanya kenapa suatu saat nanti aku memutuskan untuk menjalin hubungan, akan aku jawab dengan jawaban yang sederhana, sesederhana aku mencintai dia. Because I love him and I want to spend my time with him, termasuk menghabiskan waktu saat susah maupun senang. Aku tidak akan membebankan dia perasaan tanggung jawab atas kebahagiaan ku karena akulah orang yang bertanggung  jawab sepenuhnya untuk itu. Aku ingin sama-sama tumbuh dan membangun dan memelihara cinta dengan berpondasikan  komitmen .


Share:

Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes