Indonesia merupakan negara berkembang
yang infratstrukturnya masih tahap perkembangan dan terus akan mengalami
perkembangan. Dengan segala sumber daya alam maupun manusia yang banyak,
pembangunan infrastruktur yang merata tidak mudah untuk dilakukan.
Salah satu faktor penghambat dalam
pembangunan infrastruktur adalah biaya. Untuk
mengurangi biaya pembangunan infrastruktur maka diperlukan solusi yang
dilakukan seperti creative financing.
Creative financing yang dimaksud adalah pembiayaan yang tidak terus menerus
berasal dari APBN. Dengan kata lain pemerintah mencari sumber biaya yang
berasal dari swasta. Hal itu dilakukan melalui bekerjasama antara pemerintah
dan badan usaha.
Creative financing bisa didapatkan
melalui kegiatan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. UKM merupakan usaha perdagangan
yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan. Menurut data yang dihimpun dari
Kemnetrian Koperasi dan UMKM, sekitar 98% usaha yang ada di Indonesia merupakan
usaha mikro.
Pada tahun 2014-2016 jumlah UMKM yang
ada di Indonesia adalah 57.900.000 unit dan pada tahun 2017 diperkirakan
bekermbang lebih dari 59.000.000 unit. Presiden RI mengatakan bahwa UMKM yang memiliki
daya tinggi akan mampu menompang perkeonomian Negara.
Perkembangan UMKM yang pesat juga
menjadi salah satu bukti bahwa keberadaannya sangat berpengaruh terhadap
perekonomian Negara. Dikutip dari Haspari & Soeaidy (2014) Pada tahun 2007
hingga tahun 2012 menunjukkan peningkatan jumlah PDB UKM dari Rp. 2,107,868.10
Milyar menjadi Rp. 4,869,568.10 Milyar atau rata-rata mengalami perkembangan
sebesar 18.33%/tahun. Kemudian pada Usaha Besar (UB) sumbangsih terhadap perkembangan
PDB lebih sedikit dibandingkan UKM, dengan Persentase rata-rata perkembangan
sebesar 15.75% per tahun. Dari data statistik yang yang diperoleh dari BPS,
pada tahun 2012 UKM menyerap 97,16% dari total tenaga kerja Industri di
Indonesia atau sebesar 107.66 juta, sisanya atau sebesar 2.84% tenaga kerja
diserap oleh sektor Usaha Besar.
UMKM juga berpengaruh
terhadap perkonomian melalui mengurangi angka pengangguran di Indonesia
sehingga mengalami pertumbuhan perekonomian yang baik.
Oleh karena itu, kerjasama untuk pengembangan dan ketahan bisinis UMKM perlu mendapatkan perhatian lebih. Semakin banyak creative financing, perkembangan infrastruktur dapat lebih dipacu dan mampu menolong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.
Post a Comment