Haiii kamu. Apa kabar? Capek yah? Capek
harus memenuhi eskpetasi orang-orang. Capek harus ngelakuin sesuatu yang
sebenarnya kamu lakuin itu bukan untuk diri sendiri melainkan untuk mengimpress
seseorang agar eksistensi kita diakui. Capek harus ngikutin standar yang ada
kalau sukses itu kamu harus begini, cantik itu begini, pintar itu begini. Pada
akhirnya itu semua bikin kita kek… ya aku gatau juga sih. Aku lagi di posisi itu
soalnya.
Kayak rasanya itu kita lagi di
perlombaan yang cepat-cepatan siapa yang duluan mencapai suatu hal… padahal… ya
ga gitu. Hidup itu bukan perlombaan. Bukan soal siapa yang paling cepat wisuda,
yang paling cepat dapat kerja, yang paling cepat menikah trus punya anak. Trus
kalau kita udah mencapai itu semua, terus apa? Mau ngapain? Apakah kita lantas
langsung merasa kalau kita lebih baik dari mereka?
Ya katakanlah kita mulai dari garis
start yang sama. Tapikan dipertengahan jalan kita menghadapi batu yang beda.
Ada yang kesandung dengan masalah financial, ada yang kesandung masalah broken
home, ada yang kesandung masalah asmara, atau bahkan tidak ada sandungan,
boro-boro sandungan, yang ada malah bantuan. Trus gimana bisa kita menuntut
semua orang itu harus sampai di waktu
yang sama?
Permasalahan lainnya adalah….
Okelah kita sampai di waktu yang sama.
Tapi apakah kita harus melakukan hal yang sama untuk mencapai tujuan itu? Harus
dapat gelar cum laude pas wisuda, harus
jago trigonometri supaya dikatakan pintar, harus putih supaya dianggap cantik? Harus
jadi dokter supaya sukses?
Pada akhirnya tu aku kayak milih jalan
sebagai pembrontak yang menentang semua standar yang ada. Aku pikir yaaa segampang
itu, sebebas itu untuk menentukan kehidupan sendiri. Ternyata ketika kamu
memberontak sesuatu, justru akan lebih berat lagi sandungannya. Akan banyak
reaksi-reaksi yang bertentangan juga. Udah dapat sandungan, dapat tentangan lagi.
Makin cape ga sih? Makin capek karena
ya kalo kata orang hidup itu adalah tentang berjuang. Ngapain juga gituloh kita
hadir di dunia kalo Cuma disuruh berjuang? Mending gausah hidup aja sekalian.
Kenapa aku menjadi orang terpilih yang hidup di dunia? Padahal aku gapernah minta…
Au ah pusinkkk

Post a Comment