Cuma mau ingetin aja kalau consent itu bukan cuma sekedar kamu mau
dia mau dan boom terjadilah 4646. Jauh dari kata mau, consent itu seharusnya
diikuti dengan kesiapan atas konsekuensi yang akan terjadi. 4646lah ketika kamu
siap, bukan cuma didasari perasaan h00ooo0rnyyyyYYYYY.
Siap dalam artian kamu siap secara mental menerima segala kemungkinan terburuk, apalagi untuk yang
pertama kalinya. Banyak hal yang harus benar-benar dipertimbangkan sebelum
memutuskan untuk melakukan itu. Apakah kamu siap suatu saat nanti menerima
kenyataan bahwa kamu dan pacar ternyata bukan jodoh dan dia bukanlah orang yang
akan menikah dengan mu? Because sex ≠ love, sex doesn’t keep a person. Are you ready to lose your virginity? What does sex mean to you? Apakah
sex before marriage benar-benar bukan suatu hal yang berlawanan dengan value
yang kamu yakini? Apakah kamu siap secara mental
menerima kenyataan kalau nantinya you are not a virgin anymore? Terlepas konsep keperawanan yang kamu yakini seperti apa, Even if your
concept of virginity involves penetration, there is more than just P in V.
Kalau kamu benar-benar udah mikirin secara matang, then go ahead. Ini
penting untuk dipertimbangkan agar tidak ada peyeselan-penyesalan nantinya. Jangan
sampai sex yang seharusnya menyenangkan dan menciptakan kesan yang manis malah
memberikan kesan yang suram.
Ak gatau deh
ak masih kelas 4 SD

Post a Comment